Silaturhami PMI Cabang Jakarta Barat ke Bantul

Sabtu, 9 Agustus 2009 PMI Cabang Bantul mendapat kunjungan dari PMI Cabang Jakarta Barat. Rombongan PMI Jakarta Barat yang di pimpin oleh Bapak Komarudin beserta 25 orang perwakilan dari Jakarta Barat yang terdiri dari Pengurus, Staf dan Relawan diterima oleh perwakilan Pengurus PMI Cabang Bantul, Bapak Tohayadi, dr. Rijantono dan Budianta serta staf dan relawan di Markas Cabang PMI Kabupaten Bantul. Tujuan dalam kunjungan ini ialah untuk mengetahui bagaimana penanganan bencana Gempa Bumi di Bantul dan seberapa jauh perkembangan yang ada Pasca Gempa Bumi 27 Mei 2006 Silam. Dalam kesempatan ini PMI Jakarta Barat memberikan bantuan berupa obat Diare sebanyak 30 dus untuk kesiapsiagaan menghadapi wabah Diare di Bantul, PMI Bantul pun melalui pengurus Cabang memberikan Cindera mata berupa sepasang Wayang Kayu, Arjun dan Srikandi yang merupakan lambang Cinta kasih yang dapat diartikan Kemanusiaan bagi setiap manusia, cindera mata ini merupakan hasil kerajinan asli masyarakat bantul. Setelah acara ramah tamah di Markas Cabang Bantul, kegiatan dilanjutkan meninjau desa binaan PMI Cabang Bantul, Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul. Di desa Tirtohargo ini rombongan PMI Jakarta Barat melakukan bincang-bincang dengan Kepala Desa dan perwakilan Sibad yang ada didesa ini tentang kesiapsiagaan bencana. Tidak hanya itu kunjungan dilanjutkan dengan melihat Tsunami Early Warning System dan direncanakan melihat tanaman bakau. Namun karena keterbatasan waktu dan jarak tempuh menuju lokasi penanaman bakau yang cukup jauh, kegiatan urung dilakasnakan, dan kunjungan di Bantul cukup sampai dengan kunjungan ke Desa Tirtohargo saja. Perjalanana dilanjutkan ke PMI Cabang Sleman untuk melihat aktivitas di Cabang Sleman. Menurut Kepala Markas PMI Cabang, Bantul Budianta, Amd, kegiatan kunjungan dalam rangka study banding seprti yang dilakukan oleh PMI Jakarta Barat perlu diikuti untuk meningkatkan pelayanan kepada Masyarakat serta untuk meningkatkan kerjasaman lintas wilayah. Rencana yang akan dilakukan PMI Cabang Bantul ialah melakukan Study Banding ke Kabupaten yang setingkat dengan Kabupaten Bantul. (Infokom PMI Cab. Bantul)

18 SIBAD mendampingi Warga Poncosari

Delapanbelas Anggota SIBAD yang telah selesai melakukan baseline survey, kini disibukkan oleh kegiatan PRA-VCA. Sampai sekarang pun (Kamis, 21/05) kegiatan VCA-PRA masih melingkupi  kegiatan berupa: dokumentasi dan perekapan. Kegiatan yang dimulai dengan kegiatan persiapan PRA-VCA yang dilakukan dua kali, telah berhasil menjalani kegiatan VCA-PRA bersama masyarakat (Selasa, 19/05). Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 7, dilaksanakan di Balai Desa Poncosari. Dalam kegiatan yang didanai oleh Denish Red Cross ini, turut hadir pula Kepala Markas PMI Cabang Bantul, Bapak Budianata sebagai tamu undangan.

Pada saat proses pembuatan tools  warga Poncosari didampingi oleh SIBAD,  sampai kemudian mendapatkan  14 tools yang menggambarkan kerentanan, kapasitas, bahaya dan resiko yang ada. Dari hasil pembuatan tools tersebut diharapkan dapat memunculkan masalah sebenarnya yang ada di desa Poncosari. Dari permasalahan yang telah diranking  nantinya akan dianalisis serta dibuat jalan pemecahannya(baca: rencana aksi).IMG_0321

SIBAT Tirtohargo Keliling Desa

IMG_0466Berbekal 5 GPS Tim SIBAT dengan didampingi KSR spesialisasi KBBM melakukan pemetaan desa (Kamis, 21/05).  Pemetaan yang dimonitoring oleh Delegasi GRC, Emilio juga Staff  PMI Cabang Bantul berhasil memetakan sekitar 75% wilayah Desa Tirtohargo. Kegiatan yang berlangsung selama 5 jam ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pelatihan lima hari  yang lalu (Minggu, 17/05). Dalam kegiatan yang berlangsung malam hari kemarin telah  dibahas mengenai pengenalan GPS. Karena pada malam itu belum dapat dihadirkan GPS maka pada saat pemetaan masih dilakukan latihan pengunaan GPS selama kurang lebih satu jam.

Walaupun  latihan mengenai cara mengoprasikan GPS hanya  sebentar, Tim SIBAT sudah dapat menggunakan GPS dan melakukan pemetaan yang mencakup tracking dan marking. Komponen yang dipetakan melingkupi batas  desa, batas dusun, jalan utama, jalan kampung, fasilitas umum/ BKRK dan pemukiman. Kegiatan yang melibatkan 19  anggota SIBAT dipecah dibagi menjadi 5 tim. Tim pertama memetakan batas desa, tim kedua memetakan batas dusun, sedangkan tim ketiga dan keempat memetakan jalan utama,  jalan kampung dan pemukiman sedangkan tim terakhir marking fasilitas umum. Masing-masing tim terdiri atas navigator/ pemimpin, pencatat dan oprasional alat serta 2 orang KSR sebagai pendamping.

Tidak ada kendala yang berarti selama pelaksanaan, walaupun hujan sempat turun. Karena peralatan yang disediakan tahan air maka kegiatan dapat dilaksanakan. Pada saat itu satelit juga mensupport dengan baik meski mendung. Medan berat dan sulit pun tidak menjadi hambatan.

PMI Bantul Ikuti Kegiatan PRA JUMBARA

Bertepatan di Pusat Pendidikan dan Latihan PMI DIY yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta, PMI DIY mengadakan kegiatan PRA JUMBARA yang bertajuk workshop (Rabu,13/05) . Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh lima cabang: PMI Cabang Sleman, PMI Cabang Kulonprogo, PMI Cabang Kota Yogyakarta, PMI Cabang Gunungkidul dan PMI Cabang Bantul. Sedangkan PMI Cabang Bantul sendiri mengirimkan 6 anggotanya yang terdiri atas 1 staff  SDM serta 5 anggota KSR.

Kegiatan yang menghadirkan 2 pembicara  serta  1 pemandu ini sempat mengalami penyingkatan waktu yang dijadwalkan dari pukul 08.00 – 20.45 menjadi pukul 09.30-17.00 WIB. Meski demikian kegiatan yang menggunakan metode diskusi ini dapat berlangsung .

PMI bersama Masyarakat Tanggap Bencana

Bertepatan di Balai Desa Tirtohargo,warga masyarakat yang berasal dari 6 dusun mengikuti pelatihan SIBAT bersama dengan PMI Cabang Bantul. Keenam dusun tersebut adalah Muneng, Baros, Gunungkunci, Gegunung, Kalangan dan Karang. Kegiatan Pelatihan SIBAT  kali ini (Rabu, 6/05)  merupakan kegiatan  ke-9 dari 21 kegiatan yang telah direncana.

Dimulai dari pukul 19.00 sampai sekitar pukul 22.00 WIB masyarakat membahas Analisis masalah serta analisis BKRK.  Waktu yang diambil memang larut malam karena pada malam harilah masyarakat dapat meluangkan waktunya. Walaupun malam,  masyarakat masih mau diajak untuk berdiskusi. Peserta pelatihan dipandu oleh  Kartini, fasilitator PMI Cabang Bantul  yang telah tersertifikasi membentuk sub kelompok dan mulai membahas analisis BKRK. Dari hasil diskusi tersebut akan dibahas kembali pada pertemuan selanjutnya.

102_03151

Pelantikan Pengurus KSR PMI Cabang Bantul Periode 2009/2011

102_02023 Berdasarkan hasil MUSYANG KSR PMI Cabang Bantul (Minggu, 19/04), maka salah satu bentuk tindak lanjutnya adalah pelaksanakan Pelantikan. Pelantikan kepengurusan KSR PMI Cabang Bantul periode 2009/2011 ini dilakukan oleh Ketua Umum PMI Cabang Bantul, Ibu Hj. Ida Idham Samawi (Minggu,3/05). Kegiatan pelantikan diadakan di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Bantul dan dihadiri oleh anggota KSR, pengurus serta staff PMI Cabang Bantul, anggota KSR dan PMR juga organisasi lain: TAGANA, RAPI, SAR.
Sesuai dengan tema yang telah diangkat dalam MUSYANG bulan April kemarin bahwa harapanya dengan adanya pengurus yang sekarang dapat meningkatkan solidaritas sesama anggota KSR juga dengan mitra PMI. Dua puluh dua anggota KSR telah dilantik sebagai pengurus KSR periode 2009/2011 dengan Guswantoro sebagai Komandan terpilih. Selama dua tahun kedepan kepengurusan ini akan menjalankan rencana kerja yang dilahirkan “disepakati” dalam MUSYANG tahun 2009.
Dalam sambutanya Ibu Hj. Ida Idham Samawi menyampaikan bahwa,” … didepan kalian (baca:pengurus KSR PMI Cabang Bantul periode 2009/2011) telah menanti tugas yang berat dan itu menjadi tanggungjawab kepengurusan yang baru….” Benar dalam dua tahun kedepan banyak sekali kegiatan serta perbaikan yang musti dilakukan oleh kepengurusan baru. Akan tetapi dengan dukungan dari berbagai pihak harapannya kepengurusana KSR yang baru bisa membawa Korps Sukarela yang solid dan lebih baik.

Musyawarah Anggota

Ksr PMI Cabang Bantul telah melaksanakan Musyawarah Anggota pada tanggal 19 April 2009. Agenda utama dalam Musyawah Anggota kali ini adalah laporan pertanggungjawaban komandan dan pengurus KSR periode 2007/2009 serta Pemilihan Komandan KSR dan kepengurusannya periode 2009 sampai dengan 2011. Namun pada pembahasan sidang Komisi Musyawarah Anggota melaksanakan pembahasan 3 agenda utama yaitu, merencanakan kegiatan selama 2 tahun kedepan, Kode Etik Anggota KSR PMI cabang Bantul serta pembahasan mengenai kegiatan Diklat dan pengembangan Anggota KSR PMI Cabang Bantul. Agenda demi agenda diikuti dengan cukup aktif oleh peserta.
Dengan keterbatasan waktu dan dana yang dimiliki Musyang dapat dilaksanakan dengan cara yang seksama dan dapat dicermati oleh peserta. Dengan Kepengerusan baru serta hasil-hasil Musyang diharapkan kegiatan KSR PMI Cabang Bantul akan lebih solid dan maju demi kemajuan Palang Merah Indonesia secara umum.(KSR)

WATER RESCUE DIMINATI PESERTA TEMU KARYA TK. NASIONAL IV

(03 November 2008) Latihan water rescue dengan peserta Temu karya.

Baca selebihnya »

Pemetaan Wilayah Rawan di Dusun Pandeyan

Pemetaan wilayah Rawan Bencana di Dusun Pandeyan ini dilakukan oleh PMI Cabang Bantul, melalui Program Dukungan Psikososial yang sudah ada diwilayah ini selama kurang lebih dua tahun. Kegiatan Pemetaan wilayah ini dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2008, bersama dengan Bapak Dukuh Pandeyan dan tim Penanggulangan Bencana PMI Cabang Bantul. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan warga berkenaan dengan wilayahbencana disekitarnya, Potensi yang dimiliki, dan tingkat kerawanan yang ada diwilayah itu. kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan teknologi GPS dalam pembuatannya, dan melibatkan partisipatif dari warga. kegiatan di awali dengan membuat batas wilayah, dan dilanjutkan dengan memetakan jalan yang ada dan juga fasilitas umum yang dimiliki oleh Dusun Pandeyan. Setelah itu peta mentah tersebut di olah dalam komputer dan disosialisaikan kepada warga dusun Pandeyan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. (KOMINFO)

Diklat Lapang dan Pelantikan Anggota Baru

Korp Sukarela sebagai ujung tombak kegiatan Palang Merah Indonesia, menjadi kunci utama setiap kegiatan yang ada bukan lagi suatu kegiatan yang dapat dipandang sebelah mata saja. Namun perlu dicermati dan perlu menjadi perhatian khusus. Kita bisa membayangkan bagaimana tidak, dimasa-masaseperti saat ini dimana tuntutan ekonomi semakin tinggi, ternyata masih ada manusia-manusia mulia yang mau merelakan waktu muda mereka untuk menjadi seorang relawan. Tanpa gaji tanpa bayaran, tidur hanya beralaskan tikar ada matras itu sudah mewah. Lebih untung jika dikirim pelatihan wah itu suatu hal yang VIP. Kebanyakan orang pasti akan berfikir 1000 sampai 1 juta kali untuk masuk menjadi KSR tapi bagi mereka yang telah bergabung menjadi anggota KSR itu merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga dan tidak ada hal yang dapat menggantikannya dan akan tetap menjadi kebanggaan bagi diri mereka sendiri.

23 sampai dengan 24 Agustus 2008 yang lalu 8 orang calon anggota KSR (Korps Sukarela) PMI Cabang Bantul telah terlantik menjadi anggota Korps Sukarela PMI Cabang Bantul, mengikuti ke dua puluh lima rekan-rekan mereka yang telah terlantik sebelumnya yaitu bertempat du Gunung Sempu. Selama menjalani masa pelatihan, mereka mendapatkan materi-materi dasar KSR yang berkaitan dengan kegiatan mereka di lingkunga Palang Merah Indonesia. Materi-materi yang mereka dapatkan antara lain HPI (Hukum Perikemanusiaan Internasional), Kepalang Merahan, Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga, Dapur Umum, Psikososial Support dan materi-materi yang lain. Tahapan-tahapan dalam diklat KSR PMI Cabang Bantul yang telah dilalui ialah masa orientasi Kepalang Merahan, diklat ruang, magang, diklat lapangan dan dilanjutkan dengan pelantikan. Sistem diklat semacam ini merupakan model baru dilingku PMI Cabang Bantul, karena diawali dengan adanya Orientasi Kepalang Merahan terlebih dahulu, dan juga pada saat diklat lapangan calon anggota mengadakan sosialisasi kepada warga yang ada disekitar base camp diklat lapangan. Dengan adanya sistem atau model diklat yang baru ini diharapkan selain calon anggota menguasai materi dapat juga sebagai sarana men-diseminasi-kan Palang Merah Indonesia Kapada masyarakat. Dengan bertambahnya anggota baru diharapkan dapat meningkatkan pelayanan Palang Merah Indonesia kepada masyarakat(Kominfo PMI Cabang Bantul)