Tugas di Mentawai

Dalam beberapa rangkaian bencana yang terjadi di wilayah Indonesia beberapa bulan menjelang pergantian tahun 2010 menuju 2011, telah banyak aksi yang dilakukan Palang Merah Indonesia, termasuk Palang Merah Indonesia Kabupaten Bantul. Dalam aksi keterlibatan tanggap darurat maupun pemulihan dini PMI Kabupaten Bantul telah mengirimkan personil di berbagai wilayah yang terkena Bencana. Salah satu Relawan PMI Kabupaten Bantul yang turut dalam mobilisasi PMI ialah Yosi, begitu sapaan akrab teman-teman memanggil, dan memiliki nama lengkap Yosi Prasetyo, telah tergabung dengan PMI Kabupaten Bantul sejak tahun 2004. Selama bergabung dengan PMI ia telah melalui berbagai pelatihan dan penugasan. Dan spesialisasi yang ditekuni adalah tekait dengan shelter atau hunian sementara untuk penyintas.

Selama satu bulan  sejak tanggal 22 Desember 2010 sampai dengan 20 Januari 2011 yang lalu Yosi bertugas di Mentawai. Selama penugasan di Mentawai Yosi bergabung dengan tim PMI yang sudah ada disana terlebih dahulu guna melaksanakan pendampingan dalam pembuatan Hunian Sementara. Di Mentawai sendiri Yosi bersama tim mengampu seluruh wilayah Pagai Selatan, sedangkan untuk wilyah Pagai Utara didampingi Pemerintah Mentawai. Sebanyak 416 hunian sementera telah berhasil didirikan bersama dengan warga setempat.

Selama tugas di Mentawai Yosi mendapatkan berbagai pengalaman yang sangat berharga, “selama saya di Mentawai, saya menemukan suka dan duka dalam melaksanakan tugas sukanya pengalaman ini tidak terlupakan apalagi perjalanan yang ditempuh dari Padang 13 jam, menemui badai selama perjalanan, dan posisi yang ada di tengah hutan sungguh pengalaman yang tidak terlupakan. apalagi saat berada disana saya belajar juga cara evakuasi warga yang mengalami sakit dengan menggunakan perahu boat, dan ini juga pertama kalinya saya naik boat. Ditambah lagi saat evakuasi orang sakit perjalanan yang harus di tempuh sampai dengan Puskesmas kurang lebih 20 menit perjalanan laut ditambah lagi saat apabila ada badai, benar-benar perjuangan yang keras, bila malam tiba suasana gelap karena tidak ada listrik dan harus menyalakan genset. Malam hari saat BBM genset habis, sekitar jam 3, harus rela persediaan makanan berbagi dengan Beruk (monyet besar) yang ada di hutan yang turun mencari makan ke posko, sedangkan dukanya selama disana saya rasa tidak ada, karena senang saja”, katanya sambil tertawa.

“Dalam pelaksanaan tugas pendampingan pembuatan hunian sementara awalnya masyarakat perlu bukti untuk bantuan yang akan diberikan PMI, tapi setelah PMI memberikan bukti dan bukan hanya janji, masyarakat sangat percaya dan antusias dalam keikutsertaan dalam pembuatan hunian sementara ini, ditambah lagi semangat kegotong royongan yang masih terlihat kuat di masyarakat memberikan nilai positif dalam keberhasilan program PMI ini”, tambahnya.

Sepulang dari Mentawai Yosi singgah di Markas Besar PMI Pusat di Jakarta untuk debriefing dan menyelesaikan laporan. Belum sempat pulang rumah Yosi ditugaskan kembali untuk mengikuti pelatihan shelter untuk rumah permanen di Pusdiklat Ja-Teng yaitu di Semarang, beserta Santi Widyaningsih yang berasal dari PMI Kabupaten Bantul juga, untuk mewakili DI. Yogyakarta. Sebanyak 25 orang peserta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia mengikuti pelatihan yang merupakan pelatihan berjenjang dari pelatihan sebelumnya yaitu R to R and shelter yang dilaksanakan di tempat yang sama. Pelatihan ini sendiri di fasilitasi oleh Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Jepang di fasilitatori oleh SNS (Sar Nevesht Saz)

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Aka Lukluk F Staf Infokom PMI Kabupaten Bantul 085743229784

%d blogger menyukai ini: