Leptospirosis

Bantul (2/3/2011) Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat menjangkiti manusia maupun hewan yang berasal dari kuman Lepstospirosia Sp, banyaknya kasus Leptospirosis yang merebak di masyarakat membuat Pemerintah Daerah Bantul melalui Dinas Kesehatan dan Instansi terkait untuk segera bergerak dalam penanganan Leptospirosis ini.

Leptospirosis adalah penyakit yang dialami manusia dan hewan, yang disebabkan oleh kuman Leptospira sp Kuman ini ditemukan dalam air seni dan sel-sel hewan yang terkena. Angka kematian akibat leptospirosis ini tergolong cukup tinggi. Di Indonesia mencapai 16,45%. bahkan untuk usia diatas 50 tahun mencapai 56%. Berbagai binatang menyusui bisa mengidap kuman Leptospira. Binatang yang paling biasa terkena adalah jenis tikus, anjing, binatang kandang, babi kandang maupun hutan, kuda, kucing dan domba. Binatang yang terkena, mungkin sama sekali tak mendapat gejalanya atau sehat.

Gejala dini Leptospirosis umumnya adalah demam, sakit kepala parah, nyeri otot, gerah, muntah dan mata merah. Aneka gejala ini bisa meniru gejala penyakit lain seperti selesma, jadi menyulitkan diagnosa. Malah ada penderita yang tidak mendapat semua gejala itu.

Ada penderita Leptospirosis yang lebih lanjut mendapat penyakit parah, termasuk penyakit Weil yakni kegagalan ginjal, sakit kuning (menguningnya kulit yang menandakan penyakit hati) dan perdarahan masuk ke kulit dan selaput lendir. Pembengkakan selaput otak atau Meningitis dan perdarahan di paru-paru pun dapat terjadi. Kebanyakan penderita yang sakit parah memerlukan rawat inap dan Leptospirosis yang parah malah ada kalanya merenggut nyawa.

Penyembuhan penyakit Leptospirosis ini bisa lambat. Ada yang mendapat sakit mirip kelelahan menahun selama berbulan-bulan. Ada pula yang lagi-lagi sakit kepala atau tertekan. Ada kalanya kuman ini bisa terus berada di dalam mata dan menyebabkan bengkak mata menahun.

Kuman Leptospira biasanya memasuki tubuh lewat luka atau lecet kulit, dan kadang-kadang lewat selaput di dalam mulut, hidung dan mata. Berbagai jenis binatang bisa mengidap kuman Leptospira di dalam ginjalnya. Penyampaiannya bisa terjadi setelah tersentuh air kencing hewan itu atau tubuhnya. Tanah, lumpur atau air yang dicemari air kencing hewan pun dapat menjadi sumber infeksi. Makan makanan atau minum air yang tercemar juga kadang-kadang menjadi penyebab penyampaiannya.

Yang menghadapi resiko adalah yang sering menyentuh binatang atau air, lumpur, tanah dan tanaman yang telah dicemari air kencing binatang. Beberapa pekerjaan memang lebih beresiko misalnya pekerjaan petani, dokter hewan, karyawan pejagalan serta petani tebu dan pisang. Aneka kegemaran yang bersentuhan dengan air atau tanah yang tercemar pun bisa menularkan Leptospirosis misalnya berkemah, berkebun, berkelana di hutan, arung jeram dan olahraga air lainnya.

Ada banyak cara mencegah Leptospirosis.

Yang pekerjaannya dekat dengan binatang:

• Tutupilah luka dan lecet dengan balut kedap air.

• Pakailah pakaian pelindung misalnya sarung tangan, pelindung atau kaca mata, jubah kain dan sepatu bila menangani binatang yang mungkin terkena, terutama jika ada kemungkinan menyentuh air seninya.

• Pakailah sarung tangan jika menangani ari-ari hewan, janinnya yang mati didalam maupun digugurkan atau dagingnya.

• Mandilah sesudah bekerja dan cucilah serta keringkan tangan sesudah menangani apa pun yang mungkin terkena.

• Jangan makan atau merokok sambil menangani binatang yang mungkin terkena. Cuci dan keringkan tangan sebelum makan atau merokok.

• Ikutilah anjuran dokter hewan kalau memberi vaksin kepada hewan.

Untuk yang lain:

• Hindarkanlah berenang di dalam air yang mungkin dicemari dengan air seni binatang.

• Tutupilah luka dan lecet dengan balut kedap air terutama sebelum bersentuhan dengan tanah, lumpur atau air yang mungkin dicemari air kencing binatang.

• Pakailah sepatu bila keluar terutama jika tanahnya basah atau berlumpur.

• Pakailah sarung tangan bila berkebun.

•Halaulah binatang pengerat dengan cara membersihkan dan menjauhkan sampah dan makanan dari perumahan.

• Jangan memberi anjing jeroan mentah.

•Cucilah tangan dengan sabun karena kuman Leptospira cepat mati oleh sabun, pembasmi kuman dan jika tangannya kering.

 

Jika sampai jatuh sakit, bagaimana?

Jika jatuh sakit dalam minggu-minggu setelah mungkin terkena air seni binatang atau berada di lingkungan tercemar, laporkanlah hal itu kepada dokter atau periksakan ke Puskesmas/Rumah Sakit.

 

Sumber

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul

http://mhcs.health.nsw.gov.au

Infokom PMI Kabupaten bantul

%d blogger menyukai ini: