Masyarakat Bantul Lawan Leptospirosis

Palang Merah Indonesia Kabupaten Bantul, melalui tim promosi kesehatannya 4 orang melaksanakan penyuluhan tentang Leptospirosis. Tim Promosi Kesehatan (Promkes) ini telah bertugas di Wilayah Sleman dalam promosi kesehatan setelah terjadinya erupsi merapi. promosi kesehatan ini dilakukan setelah di wilayah bantul dinyatakan KRB(Kasus Luar Biasa) LEPTOSPIROSIS sejak tanggal 24 Januari 2011 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bantul Nomor 31/ Tahun 2011. KRB ini ditetapkan karena sebelumnya belum pernah terdapat kasus ini,namun pada tahun 2009 ditemukan kasus sebanyak 10 orang posistif, selanjutnya pada tahun 2010 terdapat 116 kasus dengan meninggal 20 orang dan pada tahun awal tahun 2011 sudah ditemukan 38 kasus dan terdapat 5 kasus kematian. Palang Merah Indonesia Kabupaten Bantul bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul turut aktif serta dalam penyuluhan untuk masyarakat di 17 kecamatan se-Kabupaten Bantul. Dari kasus yang ditemukan hampir 80% pasien adalah petani yang melakukan kegiatan sehari-hari disawah.

Dalam promosi kesehatan yang dilakukan di dusun Genting, Tirtomulyo, Kretek, Bantul, Yogyakarta Tim Promosi kesehatan PMI Kab. Bantul Nuray Anggraini N menjelaskan “Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat menular kemanusia dan hewan, yang disebabkan oleh kuman Leptospira Sp, kuman ini dapat ditemukan pada air seni maupun sel-sel hewan yang terkena. Dampak terburuk dari penyakit ini adalah kematian, Gejalanya adalah demam, sakit kepala parah, nyeri otot, gerah, muntah dan mata merah.  Aneka gejala ini bisa meniru gejala penyakit lain seperti selesma, jadi menyulitkan diagnosa.  Malah ada penderita yang tidak menunjukkan gejala itu. Untuk wilayah Bantul kebanyakan kasus yang ada berasal dari tikus terutama pada lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya, tuturnya”.

Menurut Staf Pelayanan Sosial dan Kesehatan PMI Kabupaten Bantul Ifiane Nurul Handayani “Promosi Kesehatan ini merupakan bentuk partisipasi aktif dari PMI dalam usaha meningkatkan pengetahuan masyarakat. Promosi ini berkaitan dengan isu kesehatan yang berkembang, serta diharapkan dapat merubah pola kebiasaan masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari, seperti misalnya saat sedang memiliki luka dan akan beraktifitas ke sawah sebaiknya luka di tutup dan menggunakan alas kaki serta membiasakan untuk memcuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan berbagai aktifitas yang beresiko. Sedangkan target yang diharapkan adalah masyarakat dapat mengetahui informasi tentang kesehatan dan pola kebiasaan masyarakat dapat berubah, jelasnya”.

(Dok. foto Oleh Ade Riyani Ng, Relawan PMI)

 

2 Tanggapan

  1. infokan terus dan jangan pernah bosan memberitakan seluruh kegiatan PMI di Indonesia supaya semua orang tahu bahwa PMI kegiatannya banyak dan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan smoga pihak pemerintah pusat maupun daerah dapat lebih mendukung kegiatan PMI di semua kegiatan PMI. Pokoknya MAJU TERUS PMI walaupun ada BADAI yang menghadang.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: