Libya: Relawan Bulan Sabit Merah menempuh Resiko untuk menolong sesama

Walid, Mona dan Ahmad, tiga orang relawan dari Perhimpunan Bulan Sabit Merah Libya, telah mendapatkan pengalaman paling mengerikan dalam hidup mereka ketika suatu sore pada pertengahan bulan Mei, kendaraan Bulan Sabit Merah terkena tembakan

Para relawan Bulan Sabit Merah sedang dalam perjalanan untuk menyerahkan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk 150-an orang yang terlantar akibat pertempuran di Misrata. “Mereka kekurangan makanan, dan beberapa dari mereka sakit. Kami membawa obat-obatan, air, makanan bayi, makanan lain, pasta gigi, hal-hal semacam itulah,” Kata Mona mengingat jelas pengalamannya. “Hanya setelah kami melewati titik pemerikasaan kami mendengar teriakan dan ledakan, dan tiba-tiba ada asap di depan kami”

Walid ikut bercerita, “Saya sedang duduk dibelakang. Ahmad segera merubah arah tujuan, menyadari bahwa kami terjebak dalam pertempuran. Kemudian kendaraan kami terkena dua kali tembakan, salah satu peluru bersarang di kaki saya.” Mereka keluar area , langsung membawa Walid menuju Rumah Sakit di Zlitan, Kira-kira 30 Km kearah barat. Yang membuat semua kejadian ini lebih mengejutkan adalah bahwa kendaran yang dipakai sangat jelas ditandai dengan Lambang bulan sabit merah.

Hanya beberapa hari, empat kendaraan Bulan Sabit Merah Libya terkena tembakan di Misrata, di kedua sisi garis depan. Satu Perawat dan satu pasien terbunuh, ketika Walid dan tiga relawan lain mengalami luka.

Mona bergabung dengan Bulan Sabit Merah Libya di Benghazi sebagai relawan satu tahun yang lalu, tapi sekarang bekerja sampai keluar cabang Tripoli. “Saya tidak pernah mengira akan menjadi seperti ini ketika saya bergabung. “ Tapi yang paling penting adalah melakukan pekerjaanku. Saya dapat menolong dan memberi nasehat para pengungsi dan termasuk banyak wanita.” Mona adalah salah satu relawan wanita dari sedikit jumlah yang ada dalam kelompok, dimana telah bekerja di area ini sejak pertengahan April. “Saya rasa perlu mengambil resiko”, tambahnya. Setelah memikirkan sejenak

Dimanapun di Libya, Relawan Bulan Sabit Merah Libya melakukan pekerjaan kemanusiaan dengan dedikasi dan kaberanian yang mengagumkan.

“Kami sepenuhnya mendukung pemuda-pemudi ini, tapi kami juga memperingatkan meraka tentang bahaya yang akan mereka hadapi,” Kata Judy Owen, Delegasi kesehatan ICRC. “kami mengatakan kepada mereka, bagaimana meraka dapat mengurangi resiko, misalnya dengan bertanya lebih mendalam tentang kondisi keamanan pada waktu dan tempat tertentu

Pelatihan relawan belum menyiapkan mereka untuk banyak bencana, Sekarang, mereka belajar keras dimana Lambang Bulan Sabit Merah belum dapat dihormati seperti seharusnya di Libya. “Menolong korban konflik adalah penting, tapi tetap bertahan untuk hidup lebih penting dari itu, “,  kata Judy.

 

Dok. Foto : http://www.icrc.org

Diterjemahkan oleh Aka

http://www.icrc.org/eng/resources/documents/feature/2011/libya-feature-2011-05-27.htm

%d blogger menyukai ini: