Pembubaran Kontingen JUMNAS PMI Prov. DI. Yogyakarta

Sleman, Kemeriahan JUMNAS PMR (Jumpa Bakti Gembira Nasional Palang Merah Remaja) kontingen DI. Yogyakarta usai sudah, setelah secara resmi dibubarkan oleh Drs. Sri Hadi Dpl.S.W Pengurus Bidang PO dan SDM PMI Prov DI. Yogyakarta pada hari Minggu (3/7/11) di Kaliurang. Acara pembubaran kontingen sendiri, dilaksanakan dalam rangkaian acara yang dilaksakan sejak hari Sabtu (2/7/11). Setelah melalui berbagai tahapan, mulai dari Seleksi di PMI Kabupaten/Kota,Training Center, dan pelaksanaan di Gorontalo peserta di berikan sesi Sharing Group. Dalam sesi sharing group ini peserta diminta untuk menceritakan pengalamannya selama JUMNAS, selama bercerita tidak sedikit dari peserta yang meneteskan air mata mengenang kebersamaan, keceriaan dan kemeriahan Jumbara Nasional. Diharapkan setelah melaksanakan sharing group, peserta dapat melepaskan rasa yang ada dalam diri masing-masing dan kembali ke kondisi yang normal.

Dalam acara ramah tamah bersama pengurus PMI prov. DIY, pengurus meminta kepada anggota PMR untuk melanjutkan tugas kedepan, yaitu dengan membentuk FORPIS (Forum Remaja Palang Merah Indonesia) baik ditingkat kabupaten/kota maupun ditingkat provinsi, sehingga kedepannya masih tetap terjalin komunikasi diantara peserta. Sehingga tidak benar-benar bubar, karena kedepannya PMR adalah generasi yang akan meneruskan gerakan Palang Merah, dimana masih dapat bergabung di Korps Sukarela (KSR) maupun Tenaga Sukarela (TSR) jika sudah cukup umur. Dan tentunya masih ada event-event yang besar seperti JUMBARA Daerah dan Temu Karya yang akan dilaksanakan pada tahun 2012 dan 2013 nanti yang masih dapat diikuti. Drs. Sri Hadi, Dipl. S.W Pengurus PMI Provinsi DIY menyampaikan “anggota PMR setelah pulang nanti diharapkan dapat memajukan unit PMR disekolahnya masing-masing, sungguh kebanggaan karena kontingen DIY telah memperoleh peringkat 2 dalam ajang nasional. Serta tentunya titip salam untuk sekolah dan Bapak Ibu di Rumah”, tuturnya.

Bonar Perwakilan PMR Wira menyampaikan “banyak sekali kenangan dan pengalaman yang didapat selama tergabung dalam kontingen DIY, mulai dari teman yang sering mandi, kacang-kacang cantik, yel-yel yang keren-keren, berbagai ajang kegiatan dan masih banyak lagi yang tidak cukup jika deceritakan dalam satu hari”, jelasnya. Sedangkan Firgi perwakilan PMR Madya menyampaikan, “selama di Gorontalo mendapatkan pengalaman baru dengan menaiki Bentor (Becak Motor : kendaraan khas Gorontalo) dan dapat tampil di Menara Keagungan Gorontalo, serta sesampainya disekolah diminta untuk menceritakan kegiatan selama di Gorontalo didepan bapak dan ibu guru serta teman-teman sekolah”, jelasnya.

Dalam acara pembubaran kontingen secara resmi diserahkan Tropi dari Panitia kontingen JUMNAS Prov. DIY kepada Pengurus provinsi DIY, serta diserahkan juga plakat kenang-kenangan dan piagam penghargaan kepada perwakilan peserta dari tingkat Mula, Madya dan Wira. Dan yang paling unik dalam sesi penyerahan kenang-kenangan adalah Ciduk Award yang diserah terimakan dari Bapak Yoga kepada Firgi yang sangat gemar mandi di Gorontalo.

Info Lebih Lanjut silakan menghubungi aka lukluk f, staf infokom PMI Kab. Bantul

foto : aka

%d blogger menyukai ini: