PMI Siaga Respon Di Enam Gunung Berapi Indonesia

PMI siagakan ratusan personil  untuk respon cepat terhadap dampak peningkatan aktifitas dari enam gunung berapi di Indonesia, yaitu Gunung Marapi dan Kerinci di Sumatera, Soputan, Lokon, dan Karangetan di Sulawesi, serta Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat.

Siaga respon untuk dampak Gunung Marapi, masih diberlakukan hingga hari ini. “Ada lima wilayah yang siagakan 75 personil Satgana (Satuan Penanggulangan Bencana), yaitu dari PMI Kabupaten Padang Pariaman, PMI Kota Pariaman, PMI Kota Bukit Tinggi, PMI Kabupaten Agam, dan PMI Kabupaten Tanah Datar,” ujar Kepala Markas PMI Provinsi Sumatera Barat, Hidayatul Irwan.

Terhadap peningkatan aktifitas Gunung Kerinci pada akhir Juli 2011 yang baru lalu, PMI juga menyiagakan personil untuk lakukan pemantauan. Berdasarkan pengamatan para relawan PMI di Kabupaten Jambi, gunung yang terletak di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi tersebut, mengeluarkan asap putih kecoklatan pada 20 Juli 2011 lalu, dan hujan abu yang saat itu sempat melanda  Solok Selatan dan Sungai Penuh.

“Hingga sekarang, kami masih siagakan personil untuk pantau aktifitas Gunung kerinci. Sebanyak 15 personil SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) dari PMI Kabupaten Kayu Aro, dan 10 personil Korps Sukarela (KSR) dari PMI Kabupaten Kerinci, siap pantau dan siaga jika ditugaskan untuk respon darurat,”  tegas Bagus Widianto, Kepala Markas PMI Kabupaten Kerinci, Senin sore (15/8/2011).

Sementara itu, di wilayah Sulawesi Utara, Irwan Lalegit selaku Komandan Satgana PMI Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan bahwa PMI siagakan personil untuk pantau dan siaga respon Gunung Lokon, Gunung Karangetan, dan Soputan.

“Untuk siaga respon dampak letusan Gunung Soputan,kami menugaskan pemantauan intensif dan distribusi masker.  Soputan masih mengeluarkan lava pijar dan hujan abu. Dilibatkan sebanyak 20 personil SIBAT dari PMI Ranoketangtua, 5 personil KSR Unit PMI Minahasa Selatan, dan 22 personil Satgana PMI Provinsi Sulawesi Utara masih terus siaga hingga hari ini. Selain itu, di wilayah Gunung Karangetan yg aktifitasnya meningkat sejak kemarin, kami siagakan sekitar 20 relawan dari PMI Kabupaten Kepulauan Sitaro. Gunung Lokon yang aktifitasnya cenderung menurun,  tapi PMI selalu siagakan 11 personil KSR dan 5 anggota Satgana dari PMI Kota Tomohon. Mereka standby di  posko pemantauan Kelurahan Matani, Tomohon,” jelas Irwan Lalegit, Komandan Satgana PMI Provinsi Sulut.

Di Jawa Barat, siaga respon untuk dampak Gunung Papandayan juga dilakukan. Kepala Markas PMI Kabupaten garut, H. Dedi menyampaikan, sebanyak 20 personil KSR Unit  Markas PMI Kabupaten Garut dan 30 anggota Satgana dari PMI Kabupaten Garut yang disiagakan.

Mendukung kecepatan dan ketepatan respon tanggap darurat, PMI  membentuk Pusat Bantuan Bencana di enam regional. “Pusat bantuan Bencana ini didirikan di Serang, Semarang, Surabaya, Padang, Banjarmasin, dan Makassar, yang akan dilengkapi dengan gudang bantuan logistik, armada bantuan berupa kendaraan amphibi (haglund),  rumah sakit lapangan, ambulans, perlengkapan produksi air bersih untuk kondisi darurat, tangki air, truk, dan berbagai fasilitas pendukung,” ucap Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, Arifin Muh. Hadi, di Jakarta, Selasa (16/8/2011).*

(Dok. Foto ANTARA/Jemmy)

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, Arifin Muh. Hadi, Hp. 0811943952.

sumber http://pmi.or.id/ina/news/?act=detail&p_id=771

%d blogger menyukai ini: